Danau Bait Auliya Kaparkatti, Destinasi Pariwisata Baru

Danau Bait Auliya Kaparkatti, Destinasi Pariwisata Baru

Kathmandu Negara Bagian 5 memiliki tempat wisata yang baru diidentifikasi di danau Bait Auliya Kaparkatti di Butwal Sub-metropolitan City-16. Berperahu telah dimulai untuk para pengunjung di danau.

Destinasi Pariwisata Baru Danau Bait Auliya Kaparkatti

Saat meresmikan layanan berperahu pada hari Kamis, menteri utama pemerintahan 5 negara bagian Shanker Pokhrel berbicara tentang perlunya mempromosikan budaya tur dan mengunjungi berbagai tempat untuk pengembangan tujuan pariwisata di Negara Bagian.

“Selain wisatawan mancanegara, pariwisata domestik juga harus kita promosikan untuk mendongkrak industri pariwisata di dalam negeri,” ujarnya seraya menekankan perlunya mengembangkan budaya ramah wisatawan untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya. Ketua Menteri Pokhrel berkata, “Meskipun budaya unik Nepal semakin berkurang di daerah kota, namun masih hidup di pedalaman pedesaan dan ini bisa menjadi daya tarik bagi para pengunjung.”

Butwal Sub-metropolitan Kota Shiva Raj Subedi mengatakan rencana telah dirumuskan untuk mengembangkan dan mempromosikan Danau Kaparkatti dengan menghubungkannya dengan tempat wisata dan sejarah lainnya di sekitar daerah tersebut. Dia menambahkan bahwa Rs 4 juta telah dialokasikan untuk tujuan ini pada tahun fiskal saat ini dan danau telah dibersihkan sebagai bagian dari rencana. Pembangunan infrastruktur lainnya juga akan diprioritaskan.

Danau yang sebelumnya hanya terbatas pada tujuh kawasan bighas akibat perambahan manusia itu. Kini telah berkembang menjadi 24 kawasan bighas dan kawasan tersebut telah berubah menjadi tempat yang indah. Danau itu memiliki panjang hampir dua kilometer dan lebar 300 meter. Kedalamannya sekitar lima meter. Badan air ini juga dikenal dengan nama Neel Daha yang diyakini telah berusia 100 tahun. Danau ini telah menjadi tempat masyarakat adat Tharu datang untuk berekreasi dan bersantai.

Danau Baithauliya Kaparkatti yang sebelumnya terbengkalai, telah dirombak dan dihidupkan kembali setelah pemilihan wakil rakyat setempat. Sub-metropolis telah mengakuinya sebagai warisan berharga Butwal dan telah menyusun rencana induk untuk pengembangannya sebagai situs wisata utama.

Kota sub-metropolis tersebut telah meneruskan pekerjaan terkait pengembangan pariwisata terintegrasi. Menghubungkan danau Kaparkatti bersama dengan situs-situs wisata lainnya seperti kawasan benteng Jeetgadhi. Kawasan Istana Mani Mukunda Sen yang bersejarah, Taman Bukit, Taman Perdamaian, Taman Milan, dan Narayanpur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *